Halimah Menangis Menang Undian Umrah Gara-Gara Piala Adipura

Dua petugas kebersihan di Banyuwangi, Jawa Timur, diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah untuk menjalani ibadah umrah. Halimah dan Edi Santoso memenangi undian saat tasyakuran Piala Adipura Buana di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Jatim, pada 25 Juli 2016.

Mendapatkan undian itu, Halimah terharu. Ia tak kuasa menahan air matanya saat bersalaman dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ketika dilakukan penyerahan hadiah secara simbolis. Perempuan itu merupakan petugas kebersihan di kawasan Jalan Indrakarya, Pakis.

“Saya tidak menyangka, ternyata nama saya dipanggil,” kata Halimah, seperti dikutip dari Antara.

Saat bersalaman dengan Bupati Anas, Halimah menangis. Bahkan ketika diminta untuk berbicara, dia gemetar. “Saya gemetar, Pak. Tidak percaya,” kata perempuan yang telah lima tahun menjadi petugas kebersihan itu.

Pemenang undian lainnya, Edi Santoso, juga tak menyangka bisa mendapat hadiah umrah. Edi mengaku tidak tahu kalau ada acara undian umrah usai tasyakuran dan kirab Piala Adipura Buana.

“Saya tidak tahu kalau ada undian seperti ini. Memang tiap tahun ada undian umrah, tapi saya tidak tahu kalau digelar hari ini. Saya hanya datang saja untuk ikut merayakan Adipura, tapi ternyata dapat hadiah. Alhamdulillah,” kata Edi.

Edi akan langsung memberi tahu kabar gembira ini pada keluarganya sesampainya di rumah.

Terkotor Kedua

Sementara Bupati Anas mengaku bangga dengan prestasi Banyuwangi yang bisa mengantongi piala Adipura. Padahal, ia mengaku dahulu kota ini merupakan yang terkotor.

“Ini sebagai bentuk penghargaan kami pada para petugas kebersihan. Dulu Banyuwangi ini daerah terkotor kedua di Jawa Timur, tapi sekarang empat tahun berturut-turut meraih Adipura. Tentu ini tak lepas dari peran para petugas kebersihan,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas.

Hadiah umrah itu diberikan setiap tahun sejak 2013. Sampai sekarang telah ada tujuh orang yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Para petugas kebersihan sungguh luar biasa. Saat pulang dari ikut pengajian pukul 04.00 dinihari beberapa waktu lalu, saya bertemu petugas kebersihan yang sudah siap bertugas. Semoga Allah memuliakan Bapak/Ibu semua,” kata Anas.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkab Banyuwangi Arief Setiawan menambahkan, petugas kebersihan yang bisa mengikuti undian umrah adalah mereka yang berprestasi.

Masuk dalam kategori berprestasi, yaitu mereka yang rajin bekerja atau aktif dalam kehidupan sosial di tempat kerja maupun lingkungannya. Misalnya saja menjadi guru ngaji atau penceramah agama. Untuk tahun ini ada 44 orang yang mengikuti undian.

“Kami ingin setiap tahun bisa memberangkatkan lebih banyak petugas kebersihan,” ujar Arief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.