Kemenag DIY Imbau Masyarakat Hati-Hati Pilih Biro Umrah

Kantor Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat lebih berhati-hati saat memilih biro perjalanan umrah dan haji plus. Hal tersebut lantaran banyaknya biro travel hanya membuka cabang karena induk perusahaannya ada di tempat lain.

“Sebenarnya biro perjalanan umrah atau haji plus itu tidak boleh nge-sub ke biro travel lain. Artinya harus berdiri sendiri,” kata Kepala Seksi Informasi Bidang Haji, Kakanwil Kemenag DIY, Nur Rohman, Selasa 22 Maret 2016.

Menurutnya, hanya ada delapan biro umrah dan haji plus di DIY yang mengantongi izin.

“Sebenarnya, jika ada biro travel yang belum punya izin, harusnya ijin PPIU (Penyelenggaraan Perjalan Ibadah Umrah) dulu. Jika nge-sub, harus dapat rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan Kemenag, juga ada surat resmi sebagai agen dari kantor induknya,” tuturnya.

Saat ditanya adanya agen travel ditengarai melakukan penipuan, pihaknya menyerahkan kepada korban. Ia menegaskan, permasalahan itu bisa ditempuh jalur hukum ataupun jalur kekeluargaan sehingga masalah yang ada bisa segera terselesaikan.

“Kalau ada yang dirugikan, sebaiknya bawa bukti-bukti pembayaran dan perjanjian. Jika memang ingin menempuh jalur hukum, silakan melapor ke polisi,” katanya.

Pihaknya mengaku ada travel yang semula ditengarai melakukan penipuan. Namun, setelah dikroscek dan mediasi, akhirnya diselesaikan dengan cara baik-baik.

Penyelesaiannya juga cukup simpel, yakni dengan mengembalikan uang milik jemaah yang tak ingin berangkat dan menerbangkan jemaah pada April 2016.

Sebelumnya, puluhan jemaah akan diberangkatkan umrah pada Desember 2015. Karena terjadi kesalahan teknis pada pihak travel, para jemaah ini gagal terbang.

Mereka juga belum berangkat hingga memasuki minggu ketiga Maret 2016. Sebagian jemaah memilih agar uangnya yang telah dibayarkan ke biro travel dikembalikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *